Make your own free website on Tripod.com

Adab Sesudah Makan Test

 [ Sebelum Makan | Ketika Makan | Sesudah Makan | Jamuan Bersama]

 

" Makanlah yang baik-baik dan berbuatlah amal sholih"
(S. Al-Mu’minun, ayat 51)

(Disadur dari kitab Ihya 'Ulumiddin, Imam Al Ghazali rah.)

Hal-hal yang disunatkan sesudah makan:

  1. Berhenti sebelum kenyang, lalu menjilati jarinya. Kemudian menyapu dengan sapu tangan. Kemudian membasuhnya. Dan memungut pecahan makanan yang jatuh.

  2. Mencungkil giginya serta tidak menelan apa yang keluar dari antara gigi-giginya itu, dengan cungkilan, kecuali apa yang terkumpul dari pangkal giginya dengan lidahnya. Adapun yang dikeluarkan dari cungkilan, hendaklah diludahkan. Setelah itu berkumur-kumur.

  3. Hendaknya bersyukur kepada Allah Ta’ala dengan hatinya, terhadap apa yang telah dianugerahkan-Nya dari makanan. Lalu ia melihat makanan itu suatu nikmat daripadaNya.
    Allah Ta’ala berfirman,”Makanlah rezeki yang Kami berikan kepadamu yagn baik dan bersyukurlah kepada Allah.” (S. Al-Baqarah, ayat 172).

  4. Manakala telah memakan makanan yang halal, maka bacalah,”Segala pujian bagi Allah, yang dengan nikmatNya sempurnalah segala baik dan turunlah segala barakah. Wahai Allah Tuhanku!Berilah kami makanan yang baik dan pakaikanlah kami ini pada jalan yang shalih.!

  5. Kalau memakan yang syubhat, maka hendaklah membaca,”Segala pujian bagi Allah dalam segala hal. Wahai Allah Tuhanku!Jangalah Engkau jadikan yang kami makan itu menjadi kekutan kami untuk durhaka (berbuat maksiat) kepadaMu!”

  6. Sesudah makan membaca surat Qul hua’llaahu ahad, dan surat Li-ilaafi quraisyin”.

  7. Jangan bangun dari hidangan sebelum hidangan itu diangkat lebih dahulu.

  8. Hendaklah diperbanyak membaca istighfar dan kegundahan hati, terhadap apa yang telah dimakan dari harta syubhat. Supaya kiranya terpadamlah dengan air mata dan kegundahan hatinya itu, akan panasnya api neraka yang akan mendatanginya.
    Sabda Nabi SAW,”Tiap-tiap daging yang tumbuh dari yang haram, maka api neraka adalah lebih utama dengan daging itu.” (Ka’ab bin “Ajrah)

  9. Adapun membasuh tangan dengan semacam tumbuh-tumbuhan yang rasanya asin dan pahit (Al-asynan) –kalau sekarang sabun—maka caranya adalah meletakkan al-asynan itu pada telapak tangan kiri. Dan dibasuhkan mula-mula tiga anak jari tangan kanan, dan segala anak jarinya itu dipukulkan keatas al-asynan kering, lalu disapukan dengan itu ke bibirnya. Kemudian dilicinkan pembasuhan mulut dengan anak jarinya, menggosok bahagian muka dan dalam dari giginya, langit-langit dan lidahnya. Kemudian membasuh segala anak jarinya dari yang demikian dengan air. Kemudian menggosok dengan yang tinggal dari al-asynan yang kering itu, segala jari-jarinya bahagian luar dan bahagian dalam. Dan mencukupilah dengan yang demikian tanpa mengulangi al-asynan itu ke mulut dan mengulangi membasuhnya.

 

bot="HTMLMarkup" endspan bot="HTMLMarkup" endspan bot="HTMLMarkup" endspan bot="HTMLMarkup" endspan